Hargailah setiap orang yang berproses menjadi lebih baik

tumblr_nlbx4ityss1u5cr2do1_1280

Saudaraku, segala sesuatu itu butuh proses, dan sudah menjadi ketentuan dan sunnatullah bahwa ada dan terjadinya sesuatu itu butuh proses. Maka penting kita pegang kaidah dalam dakwah, berubah itu butuh waktu. Seseorang tidak bisa berubah secara sempurna sekaligus, ia butuh proses, perenungan dalam dirinya, pembelajaran, diskusi panjang, keteladanan, ilmu dan pengalaman.

Ia butuh waktu untuk memantapkan niat dan tekadnya untuk menerapkan nilai-nilai baru yang diterimanya sebagai ganti dari keyakinan-keyakinan lama yang dipegangnya. Dan ia butuh saudara-saudara yang mendukung dan menguatkannya serta menemaninya dalam berproses menjadi lebih baik.

Maka hargailah setiap orang berproses menjadi lebih baik, temani ia, rengkuh ia, rangkul dengan penuh kelembutan, bimbing ia agar bisa melalui tahapan-tahapan proses yang dilaluinya untuk menjadi yang lebih baik.

Continue reading “Hargailah setiap orang yang berproses menjadi lebih baik”

AKU INGIN BERUBAH

hqdefault

“Jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik) itu mudah”.Jalan itu dipenuhi seseuatu yang kita benci, banyak halangan, penuh duri-duri tajam yang bisa membuat kita sakit. ( Imam Ibnul Jauzi)

Saudaraku,

Ternyata, hanya mengetahui suatu kemaksiatan dan mengetahui bahayanya, tidak otomatis menjadikan orang menjauhi dan meninggalkan kemaksiatan itu.Lihatlah, berapa banyak justru orang yang berilmu melakukan kemaksiatan lebih besar daripada orang yang tidak berilmu.Berapa banyak justru orang yang mengetahui bahaya kemaksiatan itu, terjerumus dilumpur kemaksiatan yang sama.

Saudaraku

Merubah diri dari lalai menjadi taat memang tidak mudah.Mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang sudah lama dilakukan,lalu memindahkannya keatas jalan yang benar dan baik, itu sulit.Seperti yang dikatakan Imam Ibnul Jauzi,”Jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik) itu mudah”.Jalan itu dipenuhi seseuatu yang kita benci, banyak halangan, penuh duri-duri tajam yang bisa membuat kita sakit.

Hanya saja, jika kita sudah berhasil melewatinya, kita akan melupakan seluruh rasa sakit, seluruh keletihan itu.Jika kita telah melewatinya, kita akan merasakan kelezatan yang tak terbandingi oleh kelezatan manapun dari kelezatan duniawi yang pernah kita rasakan. Continue reading “AKU INGIN BERUBAH”

Pecinta Waktu Fajar

20160112185228

 

Seorang muslim yang mempunyai ghirah yang tinggi, apabila fajar (shubuh) datang mereka meyambut dengan suka cita dan penuh keimanan.Karena mereka tahu, fajar adalah pembuktian akan  murni dan kuatnya iman meraka, sebab fajar adalah waktu tersulit bagi jiwa manusia untuk beribadah.Mereka ingin terbebas dari sifat-sifat kemunafikan yang membelenggu jiwa, karena beribadah di waktu fajar adalah saat terberat bagi orang-orang munafik seperti yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam hadist beliau:

“Shalat paling berat pelaksanaannya bagi orang-orag munafik ialah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakanya kendati dengan merangkak.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Mereka adalah orang-orang yang mampu berjihad melawan dirinya, mampu melawan daya tarik kehangatan dan kenikmatan “ranjang”, demi mendapatkan cap bersih dari sifat munafik, ingin meraih keberkahan diwaktu fajar, mendapat kebaikan yang melebihi dunia dan seisinya, memperoleh kesaksian para malaikat, dan menjadi orang yang layak menerima berita gembira seperti yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam hadist beliau:

“Sungguh, dua raka’at shalat fajar lebih aku sukai daripada dunia semua.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dua raka’at shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR.Muslim) Continue reading “Pecinta Waktu Fajar”

Inti Membangun Kehidupan Kita Adalah Hari Ini

make-today-remarkable

Inti membangun kehidupan kita adalah hari ini.Hari inilah saat sesungguhnya.Saat kita beramal dan menabung amal saleh.Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak.Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan.Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu.Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan!

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Waktu Yang Hilang

lost-time

Rasa kagum dan takjub patutlah kita aturkan pada Dzat yang menciptakan waktu.Karena waktu tidak berwujud, tapi nyata dan kita rasa.Setiap detiknya yang kadang seirama dengan detak jantung, seperti benar benar ada walau bentuk rupa waktu kita tak tau. Sifat khas yang melekat pada waktu adalah ia tidak bisa dihentikan, dan kalau telah berlalu ia tidak akan akan bisa kembali. Dan seseorang baru menyadari akan keberartian sesuatu kalau sesuatu itu telah hilang darinya. Begitu juga dengan waktu, kita baru akan benar-benar menyadari akan berharganya sebuah waktu kalau waktu itu telah berlalu dari kita.

Mari kita bertanya secara jujur terhadap diri kita, kemana perginya waktu yang lalu? Kemana perginya usia yang telah terpakai? Sudahkah kita memanfaatkannya untuk berkarya dan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya? Sudahkah kita habiskan untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai? Atau kita telah kehilangan waktu berharga untuk beramal, berkarya, menebar kebaikan, membahagiakan orang-orang yang kita cintai?. Mungkinkah waktu yang terbuang sekarang menjadi tumpukan sampah yang tak berguna? Hanya diri kita sendiri lah yang tahu, kemana dan untuk apa waktu yang telah kita gunakan. Dan yang perlu kita sadari bahwa waktu yang hilang tak akan pernah kembali dan ingatlah selalu bahwa setiap hembusan nafas kita akan dipertanggungjwabkan kelak dikemudian hari maka manfaatkanlah sebaik-baiknya sebelum semuanya terlambat.

 ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Hitungan Mundur Hidup

 

countdown

 

“Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun”. (QS.Yunus [10]: 49)

Detik-detik berlalu, merangkak menjadi menit, berjalan cepat menjadi jam, berlari menjadi bulan, dan menyambar cepat seperti kilat menjadi tahun.  Kumpulan tahun menjadi usia. Hakikat dari pergantian waktu, dari menit ke jam, dari jam ke hari dan seterusnya adalah adalah ibarat menghitung mundur hidup kita.Pertambahannya akan semakin mendekatkan kita kepada limit waktu kita.Karena hidup sudah mempunyai batas waktunya sendiri-sendiri.Dan waktu akan terus berputar tanpa bisa menawar. Sekian milisekon saja tak bisa dihentikan, perjalanan usia, nanti akan sampai pada garis finish, akan sampai pada waktu yang telah dijanjikan. Kematian,sudahkah kita mempersiapkan untuk menghadapi pemutus dan akhir dari segala waktu perjalanan kita didunia ini?

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Menulis Untuk Dakwah

e book semangat menulis

Saudaraku,

Iman Ibnu jauzi memberi nasehat betapa pentingnya berdakwah melalui media tulisan. Imam Ibnul Jauzi berkata: “Saya memandang bahwa manfaat menulis lebih banyak daripada manfaat mengajar, karena kalau mengajar mungkin hanya kepada beberapa orang tertentu saja, sedangkan tulisan dibaca dan diambil manfaat oleh sekian banyak orang yang tak terhitung jumlahnya, bahkan mungkin oleh mereka yang kini belum lahir ke dunia. Bukti akan hal ini bahwa manusia lebih banyak mengambil manfaat dari kitab-kitab para ulama pendahulu daripada dari pelajaran guru-guru mereka.

Oleh karena itu, hendaklah orang yang dikaruniai Alloh ilmu meluangkan waktunya dalam menulis karya yang bermanfaat, sebab tidak semua orang yang membuat karya berarti bermanfaat, karena tujuan tulisan bukan hanya sekedar mengumpulkan sana-sini, tetapi itu adalah anugerah yang Alloh berikan kepada hamba pilihan-Nya sehingga dia mengumpulkan masalah yang berserakan dan menjelaskan masalah yang masih rumit … inilah tulisan yang bermanfaat. Hendaknya menulis dilakukan di tengah-tengah umur, karena awal umur untuk menuntut ilmu dan akhir umur sudah mengalami keletihan.” (Shoidhul Khothir hal. 386)

Continue reading “Menulis Untuk Dakwah”

Niat Baik Itu Tak Ada Ruginya!

Sungguh saudaraku,


Tak akan pernah rugi orang-orang yang selalu menegakkan niat baik dalam segenap aktifitasnya. Karena niat seorang muslim bisa mendahului dan lebih baik dari amal-amalnya. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda sebagaimana yang beliau riwayatkan dari Rabbnya,

Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan dan telah menjelaskan dalam kitab-Nya. Barangsiapa yang sudah berniat untuk berbuat kebaikan namun tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan yang sempurna; jika dia lalu benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menulis untuknya 10 hingga 700 kebaikan, bahkan bisa lebih banyak lagi. Barangsiapa yang sudah berniat untuk berbuat keburukan namun tidak jadi mengerjakannya, maka akan dituliskan untuknya 1 kebaikan yang sempurna; jika dia benar-benar mengerjakannya, maka Allah akan menuliskan 1 keburukan untuknya. (HR. Bukhari-Muslim)

Continue reading “Niat Baik Itu Tak Ada Ruginya!”

Tiada Hari Tanpa Membaca Al-Qur’an

‘Barangsiapa yang tertidur sebelum menyelesaikan satu Al-Qur’an atau sebagian dari hizb, kemudian ia membacanya antara shalat  Shubuh dan shalat zhuhur, maka ditulis baginya (pahala) sebagaimana pahala saat membacanya di malam hari.” .” (HR. At Tirmidzi, Abu ‘Isa berkata, ini adalah hadits hasan shahih)

 

Saudaraku,

Jika kita renungkan sabda Rasulullah diatas, menunjukkan semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an yang tidak boleh terlewatkan oleh kondisi apapun yang merintangi serta kendala apapun yang menghadang. Ciri khas mereka adalah membaca Al-Qur’an dalam shalat malam, terutama shalat malam. Mereka banyak sekali membacanya pada waktu malam. Ada target-target tilawah yang harus mereka selesaikan setiap malamnya (hizb). Jika mereka terhalang membacanya diwaktu malam, maka mereka menggantinya pada pagi hari. Betapa para pendahulu kita, dari nabi Muhammaad SAW dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan benar interaksinya dengan Al-Qur’an begitu akrab dan membaca Al-Qur’an bagi mereka menjadi suatu amalan yang tidak pernah diabaikan baik dalam kondisi menetap (muqim), dalam perjalanan (safar), sehat atau dalam kondisi sakit sekalipun. Continue reading “Tiada Hari Tanpa Membaca Al-Qur’an”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑