Indahnya Memilih Dan Mencintai Karena Allah

img-1432704845

Saudaraku, Sungguh indahnya seseorang memilih dan mencintai karena Allah

Ditolak atau diterima pinangannya tetap mengagungkan Allah.
‘Allhamdulillah’ jika pinangannya diterima, Subhanallah jika cintanya tak berbalas, pinangannya ditolak.Itulah ucapan yang keluar dari lisan orang yang memilih dan mencintai karena Allah.

Tak kecewa jika pinangannya ditolak.
Tak lemah atau melankolik ketika cintanya kandas.
Tak larut dalam kesedihan yang mendalam ketika cinta tak berbalas.
Tak terhina dengan penolakan.

Baginya, jika tidak bisa jadi pendamping
Semoga tetap jadi saudara
agar silaturahmi tetap terjaga.
Tetap mendoakan kebaikan baginya.
Tak ada dendam dalam hatinya

Betapa indahnya mencinta dan memilih karena Allah…
Ingatlah saudaraku,
Sesorang hanya akan menikah dengan jodohnya.Tidak mungkin dia akan menikah dengan yang bukan jodohnya. Maka kegagalan dalam menuju pelaminan, pinangan ditolak, cinta tak berbalas, bisa jadi karena memang dia bukan jodohnya. Maka bersabarlah, perbaiki diri dan tingkatkan kualitas diri dlm masa penantian ini.

ABIK

Advertisements

Ketika Hati Ternoda oleh Maksiat

9786020894140

“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”

(HR. At-Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, dan Ahmad (II/297). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Saudaraku, maksiat dan dosa menimbulkan pengaruh yang buruk bagi hati. Ia laksana noda hitam yang mengotori kain putih, bahkan pengaruhnya lebih dahsyat dari itu, ia bisa menyebabkan hati mati sehingga ia tidak mengenal Allah dan tidak mengetahui jalan kebenaran.

Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata: “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.” (Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah XV/283). Continue reading

Tinggalkan dan lupakan dia Karena Dia

kutinggalkan dia karena Dia

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”

(HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits inishahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Wahai diri

Ingatlah! Cinta yang tak halal seperti air asin, berapapun banyak engkau meminumnya, tiada dapat melepaskan dahagamu, bahkan ia menambahmu rasa haus/kering yang semakin menjadi.
Obat kasmaran adalah menikahinya. Bila tak mampu maka berpuasa.
Bila ia tidak mungkin engkau raih dalam waktu dekat sekali maka tinggalkanlah.

Karena berlarut larut di dalamnya akan merusak hatimu seperti air garam yang engkau minum tak dapat mengobati tenggorokanmu yang kering.
Engkau akan dilanda sakit dan sakit yg mengerogoti akhiratmu.

Wahai diri!

Ingatlah!!Siapa yang meninggalkan pujaan hati yang belum halal karena Allah, maka Allah akan beri ganti dengan jodoh yang terbaik yang lebih menjaga kesucian diri.

Wahai diriku

Bertekadlah dalam hati

Akan melupakannya karena ingin taat kepada-Nya.

Continue reading

Hargailah setiap orang yang berproses menjadi lebih baik

tumblr_nlbx4ityss1u5cr2do1_1280

Saudaraku, segala sesuatu itu butuh proses, dan sudah menjadi ketentuan dan sunnatullah bahwa ada dan terjadinya sesuatu itu butuh proses. Maka penting kita pegang kaidah dalam dakwah, berubah itu butuh waktu. Seseorang tidak bisa berubah secara sempurna sekaligus, ia butuh proses, perenungan dalam dirinya, pembelajaran, diskusi panjang, keteladanan, ilmu dan pengalaman.

Ia butuh waktu untuk memantapkan niat dan tekadnya untuk menerapkan nilai-nilai baru yang diterimanya sebagai ganti dari keyakinan-keyakinan lama yang dipegangnya. Dan ia butuh saudara-saudara yang mendukung dan menguatkannya serta menemaninya dalam berproses menjadi lebih baik.

Maka hargailah setiap orang berproses menjadi lebih baik, temani ia, rengkuh ia, rangkul dengan penuh kelembutan, bimbing ia agar bisa melalui tahapan-tahapan proses yang dilaluinya untuk menjadi yang lebih baik.

Continue reading

AKU INGIN BERUBAH

hqdefault

“Jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik) itu mudah”.Jalan itu dipenuhi seseuatu yang kita benci, banyak halangan, penuh duri-duri tajam yang bisa membuat kita sakit. ( Imam Ibnul Jauzi)

Saudaraku,

Ternyata, hanya mengetahui suatu kemaksiatan dan mengetahui bahayanya, tidak otomatis menjadikan orang menjauhi dan meninggalkan kemaksiatan itu.Lihatlah, berapa banyak justru orang yang berilmu melakukan kemaksiatan lebih besar daripada orang yang tidak berilmu.Berapa banyak justru orang yang mengetahui bahaya kemaksiatan itu, terjerumus dilumpur kemaksiatan yang sama.

Saudaraku

Merubah diri dari lalai menjadi taat memang tidak mudah.Mengangkat kaki dari suatu kekeliruan yang sudah lama dilakukan,lalu memindahkannya keatas jalan yang benar dan baik, itu sulit.Seperti yang dikatakan Imam Ibnul Jauzi,”Jangan sekali-kali engkau menganggap jalan (merubah diri menjadi baik) itu mudah”.Jalan itu dipenuhi seseuatu yang kita benci, banyak halangan, penuh duri-duri tajam yang bisa membuat kita sakit.

Hanya saja, jika kita sudah berhasil melewatinya, kita akan melupakan seluruh rasa sakit, seluruh keletihan itu.Jika kita telah melewatinya, kita akan merasakan kelezatan yang tak terbandingi oleh kelezatan manapun dari kelezatan duniawi yang pernah kita rasakan. Continue reading

Pecinta Waktu Fajar

20160112185228

 

Seorang muslim yang mempunyai ghirah yang tinggi, apabila fajar (shubuh) datang mereka meyambut dengan suka cita dan penuh keimanan.Karena mereka tahu, fajar adalah pembuktian akan  murni dan kuatnya iman meraka, sebab fajar adalah waktu tersulit bagi jiwa manusia untuk beribadah.Mereka ingin terbebas dari sifat-sifat kemunafikan yang membelenggu jiwa, karena beribadah di waktu fajar adalah saat terberat bagi orang-orang munafik seperti yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam hadist beliau:

“Shalat paling berat pelaksanaannya bagi orang-orag munafik ialah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakanya kendati dengan merangkak.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Mereka adalah orang-orang yang mampu berjihad melawan dirinya, mampu melawan daya tarik kehangatan dan kenikmatan “ranjang”, demi mendapatkan cap bersih dari sifat munafik, ingin meraih keberkahan diwaktu fajar, mendapat kebaikan yang melebihi dunia dan seisinya, memperoleh kesaksian para malaikat, dan menjadi orang yang layak menerima berita gembira seperti yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam hadist beliau:

“Sungguh, dua raka’at shalat fajar lebih aku sukai daripada dunia semua.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dua raka’at shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR.Muslim) Continue reading

Inti Membangun Kehidupan Kita Adalah Hari Ini

make-today-remarkable

Inti membangun kehidupan kita adalah hari ini.Hari inilah saat sesungguhnya.Saat kita beramal dan menabung amal saleh.Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak.Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan.Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu.Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan!

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤