Jangan Mencela Saudaramu yang Terjerumus dalam Kesalahan , Dosa, dan Maksiat

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “…bahwa (dosa) engkau mencela saudaramu karena melakukan suatu dosa (bisa jadi) lebih besar dan lebih parah daripada dosa saudaramu itu karena dalam celaanmu itu terdapat perasaan takjub terhadap ketaatan(mu), mensucikan diri, membanggakan, menyebut-nyebutnya, dan mengklaim (dirimu) bersih dari dosa itu (dengan sombong), sementara (disisi lain, engkau merendahkan) saudaramu itu terjatuh kedalamnya” (Madarijus Salikin,Ibnul Qoyyim 1/195)

Continue reading

Advertisements

Jangan Remehkan Dosa

jangan remehkan dosa

Jangan lihat kecilnya kedurhakaan dan dosa yang kita lakukan, tapi lihatlah kepada Dzat yang kita bermaksiat kepada-Nya, yaitu Dzat Allah Yang Maha Besar.

 

Saudaraku, sungguh indah sebuah nasehat yang disampaikan oleh Al-allamah Abdul Aziz ibn Baz ketika ditanya oleh seorang pemuda tentang memakai sandal hanya sesisi. “Itu haram Ananda, sebagaimana yang termaktub dalam hadis shahih yang mana nabi melarang memakai sandal hanya sebalah” jawab beliau. “Kalau Cuma selangkah?” lanjut si penanya. Beliau pun tersenyum dan berujar lembuat, “Duhai Ananda, mari kita berjuang untuk tak mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, walau hanya selangkah”.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari nasehat yang indah itu, agar jangan terbesit dalam hati kita sekecil apapun untuk berbuat kedurhakaan kepada Allah dan Rasul-Nya, agar kita jangan menyelisihi apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, walaupun perbuatan itu dalam pandangan kita kecil, walau hanya selangkah, walau hanya sebutir, walau hanya setetes, walau hanya sekilas, walau hanya sekejap mata. Continue reading

Ketika Jiwa Terbelenggu Kemaksiatan

 

caught-1013600_960_7204

“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”[1]

 Saudaraku,

yang jiwanya terbelenggu oleh kamaksiatan! Mari sejenak merenungi dan meresapi seruan ini. Seruan ini kupersembahkan untuk setiap jiwa-jiwa yang terbelenggu oleh kamaksiatan, yang ia ingin kembali ke fitrah suci, tapi  apa daya tembok penghalang begitu tebal, tekad begitu lemah,  jiwanya ingin bebas, tapi ia tetap terperangkap dalam gelapnya mmaksiat . Dan jauh dilubuk hatinya ia ingin kembali kepangkuan hidayah!

Saudaraku, bagi jiwa yang dikuasai oleh kemaksiatan!

Sungguh engkau telah rela menukar kesenangan abadi dengan kesenangan sesaat!

Sungguh engkau telah menjual barang terindah dengan harga sangat murah!.

Betapa anehnya engkau, menjual barang termahal dengan harga yang paling rendah. Sungguh engkau benar-benar teperdaya dalam transaksi  jual beli ini.

Sungguh aneh, engkau sudi menjual permata dan miyak wangi dengan kotoran.

 Alangkah mengherankan, Engkau menjual barangan dagangan yang Allah adalah pembelinya, Surga adalah harganya, dan Rasul sebagai perantara dan penjamin dari jual beli. Tetapi  engkau menjualnya dengan  puncak kehinaan dengan bermaksiat kepada-Nya.

 Sungguh engkau telah mencampakkan gelar-gelar kemulian dan mengganti  dengan gelar-gelar tercela dan hina. Continue reading

Jalan Selamat dari Maksiat

12931241_475564785962995_3293080863243217_n

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan agar selamat dari maksiat:

1. Anggaplah dosa yang kamu lakukan itu besar
2. Hindari dosa-dosa kecil.
3. Hindari Mujaharrah ( Demonstratif, menceritakan dosa sendiri kepada orang lain)
4.  Ikuti dengan taubat nasuha yang benar.
5. Apabila dosa terulang, ulangilah taubat. jangan pernah bosan untuk taubat.
6. Tinggalkan semua penyebab-penyebab maksiat.
7. Terus-menerus beristighfar setiap waktu.
8. Berjanji kepada Allah untuk meninggalkan maksiat.
9.  Berbuat baik setelah berbuat buruk.
10. Bertauhid yang benar.
11. Jangan tinggalkan orang-orang shaleh
12. Jangan meninggalkan dakwah
13. Jangan mencela orang lain yang berbuat dosa.

(Referensi:  Sabilun najah Min Suumil Ma’shiyati, Muhammad bin Abdullah ad Dawasy) Continue reading

Ketika Hati Ternoda oleh Maksiat

9786020894140

“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”

(HR. At-Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, dan Ahmad (II/297). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Saudaraku, maksiat dan dosa menimbulkan pengaruh yang buruk bagi hati. Ia laksana noda hitam yang mengotori kain putih, bahkan pengaruhnya lebih dahsyat dari itu, ia bisa menyebabkan hati mati sehingga ia tidak mengenal Allah dan tidak mengetahui jalan kebenaran.

Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata: “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.” (Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah XV/283). Continue reading

Wahai jiwa-jiwa yang terbelenggu kemaksiatan

 

Wahai jiwa-jiwa yang terbelenggu kemaksiatan

Sungguh engkau telah rela menukar kesenangan abadi dengan kesenangan sesaat!

 Sungguh engkau telah menjual barang terindah dengan harga sangat murah!.

 Sungguh engkau lebih memilih kerendahan duniawi ketimbang kemulian akhirat.

 Dirimu lebih suka makan bangkai ketimbang daging yang halal lagi segar!

 Menukar ketinggian dan kemulian ketaatan dengan kerendahan kemaksiatan.

 Lebih memilih yang fana ketimbang keabadian akhirat.

 Memilih yang sedikit dan meninggalkan yang banyak.

  Continue reading