Tags

, , ,

img-20141229-wa0022

Saudaraku,

Utsman bin Affan Radiallahu anhu pernah mengatakan, “Sendainya hati kalian itu bersih, maka kalian tidak akan pernah puas dengan firman Allah”.

Andai hati itu bersih..

Maka ia akan betah berlama-lama dengan Al-Qur’an.

Andai hati itu bersih..

Maka ia adalah orang yang paling bersemangat dan terdepan dalam mengerjakan kebaikan.

Andai hati itu bersih..

Maka mudah baginya memahami ilmu.

Andai hati itu bersih..

Maka mudah baginya menangkap dan menggali hikmah

Andai hati itu bersih..

Maka lisannya  terjaga dari mencaci, menghina, membuka aib sesama muslim.

Andai hati itu bersih..

Tergambar di raut wajahnya yang ceria, murah senyum dan akhlak yang menawan.

Andai hati itu bersih..

Setiap orang senang bersahabat dengannya.

Andai hati itu bersih..

Mudah baginya menerima nasihat, tidak marah ketika dikritik dan tidak takut celaan orang yang mencela.

Andai hati itu bersih..

Ia ibarat cermin yang menangkap dengan sempurna seluruh bayangan maka mudah baginya menerima kebenaran.

Andai hati itu bersih..

Maka ia yakin dan tidak ragu dengan apa yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Andai hati itu bersih..

Maka mudah baginya mengalahkan syahwat dan menghindari syubhat.

Andai hati itu bersih..

Maka ia terbebas dari penyakit hati, tidak iri dengan kelebihan saudaranya.

Andai hati itu bersih..

Maka ia gampang ikhlas dan jauh dari sifat riya.

Andai hati itu sehat..

Maka ia selalu menerima, mencintai dan mendahulukan kebenaran. Pengetahuannya tentang kebenaran benar-benar sempurna, juga selalu taat dan menerima sepenuhnya.

Andai hati itu sehat..

Maka ia akan tetap tegar dan kokoh ketika balatentara syetan membisik subhat dan keraguan ke dalam dada.

Maka hati yang bersih itu….

Adalah  hati  selamat dari berbagai syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, bersih dan selamat dari berbagai syubhat yang bertentangan dengan berita-Nya. Ia selamat dari melakukan penghambaan kepada selain-Nya, selamat dari pemutusan hukum oleh selain Rasul-Nya, bersih dalam mencintai Allah dan dalam berhukum kepada Rasul-Nya, bersih dalam ketakutan dan berpengharapan pada-Nya, dalam bertawakal kepada-Nya, dalam kembali kepada-Nya.

ABIK

Batam , 1 Juni 2016

Referensi: Ighatsatul Lahfan,Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.