Tags

, , , , , ,

9786020894140

“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”

(HR. At-Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, dan Ahmad (II/297). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Saudaraku, maksiat dan dosa menimbulkan pengaruh yang buruk bagi hati. Ia laksana noda hitam yang mengotori kain putih, bahkan pengaruhnya lebih dahsyat dari itu, ia bisa menyebabkan hati mati sehingga ia tidak mengenal Allah dan tidak mengetahui jalan kebenaran.

Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata: “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.” (Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah XV/283).

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya.(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir XIV/268).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”(Al-Jawab Al-Kafy Liman Sa’ala ‘AnAd-Dawa’ Asy-Syafy , hal. 107).

Saudaraku, imam Ibnu Qayyim  dalam bukunya” Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ menerangkan pengaruh buruk maksiat dan dosa terhadap hati, yaitu:

  1. Menyebabkan kehampaan hati dari mengingat Allah.
  2. Menghadirkan kegelapan ke dalam hati pelakunya.
  3. Melemahkan hati.
  4. Memadamkan cahaya hati.
  5. Menyebabkan hati tidak lagi menganggap kemaksiatan sebagai perkara beruk.
  6. Mengunci mata hati.
  7. Hati berkarat disebabkan oleh dosa dan maksiat.
  8. Mematikan kecemburuan hati.
  9. Menghambat perjalanan hati menuju Allah.
  10. Ketika hati telah berhasil dilemahkan oleh maksiat, maka akan timbul dihati perkara-perkara, yaitu; gelisah, sedih, lemah, pengecut, malas, kikir, terlilit utang, dan diperas orang lain.
  11. Menyebabkan kekhawatiran dan ketakutan hati
  12. Timbulnya rasa keterasingan yang dahsyat dalam hati.
  13. Memalingkan hati dari istiqamah.
  14. Membutakan pandangan hati.

 

Saudaraku,

Mari kita berdoa kepada Allah agar dianugerahkan kepada kita bimbingan dan taufiq-Nya untukk selalu menjauhi segala dosa dan maksiat kpda-Nya, dan agar kita senantiasa istiqomah dalam memegang teguh ajaran agama islam hingga akhir hayat. Amin ya Robbal ‘Alamin

 

ABIK

Batam, 27 April 2016

Referensi: Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’, Ibnu Qayyim Al jauziyah.