kutinggalkan dia karena Dia

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”

(HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits inishahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Wahai diri

Ingatlah! Cinta yang tak halal seperti air asin, berapapun banyak engkau meminumnya, tiada dapat melepaskan dahagamu, bahkan ia menambahmu rasa haus/kering yang semakin menjadi.
Obat kasmaran adalah menikahinya. Bila tak mampu maka berpuasa.
Bila ia tidak mungkin engkau raih dalam waktu dekat sekali maka tinggalkanlah.

Karena berlarut larut di dalamnya akan merusak hatimu seperti air garam yang engkau minum tak dapat mengobati tenggorokanmu yang kering.
Engkau akan dilanda sakit dan sakit yg mengerogoti akhiratmu.

Wahai diri!

Ingatlah!!Siapa yang meninggalkan pujaan hati yang belum halal karena Allah, maka Allah akan beri ganti dengan jodoh yang terbaik yang lebih menjaga kesucian diri.

Wahai diriku

Bertekadlah dalam hati

Akan melupakannya karena ingin taat kepada-Nya.

Wahai diri ingatlah akan sabda nabimu bahwa “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”.

Ampuni diri ini ya Allah. Batapa banyak kemaksiatan yang telah dilakukan. Jika cinta ini membuat semakin jauh dari-Mu, maka hilangkanlah. Kumohon pertemukan aku dengan orang yang mencintai-Mu di atas segalanya, yang mencintaiku karena-Mu, yang kucintai karena-Mu….”

Wahai diri

Jika terasa berat bagimu untuk meninggalkan melupakannya. Ingatlah nasihat Ibnu Qayyim tentang meninggalkan sesuatu yang kita cintai dan gandrungi. Beliau berkata bahwa “Akan terasa sulit jika seseorang meninggalkan hal-hal yang ia sukai dan gandrungi, lantas ia meninggalkannya karena selain Allah.

Namun jika jujur dan ikhlas dari dalam hati dengan meninggalkannya karena Allah, maka tidak akan terasa berat untuk meninggalkan hal tadi. Yang terasa sulit cuma di awalnya saja sebagai ujian apakah hal tersebut sanggup untuk ditinggalkan. Apakah meninggalkan hal itu jujur ataukah dusta? Jika ia terus bersabar dengan menahan kesulitan yang hanya sedikit, maka ia akan memperoleh kelezatan.

Ibnu Sirin pernah berkata bahwa ia mendengar Syuraih bersumpah dengan nama Allah, hamba yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka ia akan meraih apa yang pernah luput darinya.

Adapun perkataan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al Fawaid, hal. 166)

 

 

Salam Santun

ABIK, Batam 23 April 2016