20160112185228

 

Seorang muslim yang mempunyai ghirah yang tinggi, apabila fajar (shubuh) datang mereka meyambut dengan suka cita dan penuh keimanan.Karena mereka tahu, fajar adalah pembuktian akan  murni dan kuatnya iman meraka, sebab fajar adalah waktu tersulit bagi jiwa manusia untuk beribadah.Mereka ingin terbebas dari sifat-sifat kemunafikan yang membelenggu jiwa, karena beribadah di waktu fajar adalah saat terberat bagi orang-orang munafik seperti yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam hadist beliau:

“Shalat paling berat pelaksanaannya bagi orang-orag munafik ialah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakanya kendati dengan merangkak.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Mereka adalah orang-orang yang mampu berjihad melawan dirinya, mampu melawan daya tarik kehangatan dan kenikmatan “ranjang”, demi mendapatkan cap bersih dari sifat munafik, ingin meraih keberkahan diwaktu fajar, mendapat kebaikan yang melebihi dunia dan seisinya, memperoleh kesaksian para malaikat, dan menjadi orang yang layak menerima berita gembira seperti yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu Alaihi wa Sallam dalam hadist beliau:

“Sungguh, dua raka’at shalat fajar lebih aku sukai daripada dunia semua.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Dua raka’at shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR.Muslim)

Jika dunia dan seisinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dua raka’at shalat sunnah fajar (Shubuh) dimata Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam, maka bagaimana keutamaan shalat shubuh itu sendiri?

Dengarkanlah kabar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Siapa mengerjakan shalat shubuh dan shalat Ashar, ia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan oleh para malaikat,

“Dan Qur’anul Fajr (Shalat shubuh). Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan”. (QS. Al- Isra’:78)

“Malaikat yang bertugas malam dan malaikat yang bertugas siang pergi secara bergantian kepada kalian.Mereka bertemu saat shalat Shubuh dan shalat Ashar. Malikat yang bertugas malam naik, lalu ditanya Allah, padahal Dia lebih tahu daripada mereka, ‘Bagaimana kalian meningalkan hamba-hamba-Ku?’ Para malikat yang bertugas malam menjawan, ‘Kami tinggalkan meraka sedang mengerjakan shalat dan dating lagi kepada mereka saat mereka mengerjakan shalat’.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Beginilah keadaan muslim sejati, yang tak mau luput dari segala keutamaan dan kemulian waktu fajar.Mereka adalah para pecinta waktu fajar, selalu hadir dibarisan terdepan shalat berjamah, yang bangun ketika orang lain masih tertidur lelap, beraktivitas lebih duluan dari orang lain.Inilah gambaran orang muslim yang mempunyai semangat yang tinggi.Adakah kita termasuk kedalam golongan mereka ini? Atau malah kita termasuk orang-orang yang lalai dari segala keutamaaanya, lebih memilih tidur ketimbang shalat, selalu bangun diakhir-akhir pagi. Semoga kita termasuk bagian orang-orang yang bersegera, bergegas dan menyambut  datangnya fajar dengan penuh suka cita dan keimanan.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤