Inti Membangun Kehidupan Kita Adalah Hari Ini

make-today-remarkable

Inti membangun kehidupan kita adalah hari ini.Hari inilah saat sesungguhnya.Saat kita beramal dan menabung amal saleh.Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak.Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan.Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu.Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan!

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Advertisements

Waktu Yang Hilang

lost-time

Rasa kagum dan takjub patutlah kita aturkan pada Dzat yang menciptakan waktu.Karena waktu tidak berwujud, tapi nyata dan kita rasa.Setiap detiknya yang kadang seirama dengan detak jantung, seperti benar benar ada walau bentuk rupa waktu kita tak tau. Sifat khas yang melekat pada waktu adalah ia tidak bisa dihentikan, dan kalau telah berlalu ia tidak akan akan bisa kembali. Dan seseorang baru menyadari akan keberartian sesuatu kalau sesuatu itu telah hilang darinya. Begitu juga dengan waktu, kita baru akan benar-benar menyadari akan berharganya sebuah waktu kalau waktu itu telah berlalu dari kita.

Mari kita bertanya secara jujur terhadap diri kita, kemana perginya waktu yang lalu? Kemana perginya usia yang telah terpakai? Sudahkah kita memanfaatkannya untuk berkarya dan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya? Sudahkah kita habiskan untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai? Atau kita telah kehilangan waktu berharga untuk beramal, berkarya, menebar kebaikan, membahagiakan orang-orang yang kita cintai?. Mungkinkah waktu yang terbuang sekarang menjadi tumpukan sampah yang tak berguna? Hanya diri kita sendiri lah yang tahu, kemana dan untuk apa waktu yang telah kita gunakan. Dan yang perlu kita sadari bahwa waktu yang hilang tak akan pernah kembali dan ingatlah selalu bahwa setiap hembusan nafas kita akan dipertanggungjwabkan kelak dikemudian hari maka manfaatkanlah sebaik-baiknya sebelum semuanya terlambat.

 ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Hitungan Mundur Hidup

 

countdown

 

“Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun”. (QS.Yunus [10]: 49)

Detik-detik berlalu, merangkak menjadi menit, berjalan cepat menjadi jam, berlari menjadi bulan, dan menyambar cepat seperti kilat menjadi tahun.  Kumpulan tahun menjadi usia. Hakikat dari pergantian waktu, dari menit ke jam, dari jam ke hari dan seterusnya adalah adalah ibarat menghitung mundur hidup kita.Pertambahannya akan semakin mendekatkan kita kepada limit waktu kita.Karena hidup sudah mempunyai batas waktunya sendiri-sendiri.Dan waktu akan terus berputar tanpa bisa menawar. Sekian milisekon saja tak bisa dihentikan, perjalanan usia, nanti akan sampai pada garis finish, akan sampai pada waktu yang telah dijanjikan. Kematian,sudahkah kita mempersiapkan untuk menghadapi pemutus dan akhir dari segala waktu perjalanan kita didunia ini?

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤