Tags

, , , , ,

e book semangat menulis

Saudaraku,

Iman Ibnu jauzi memberi nasehat betapa pentingnya berdakwah melalui media tulisan. Imam Ibnul Jauzi berkata: “Saya memandang bahwa manfaat menulis lebih banyak daripada manfaat mengajar, karena kalau mengajar mungkin hanya kepada beberapa orang tertentu saja, sedangkan tulisan dibaca dan diambil manfaat oleh sekian banyak orang yang tak terhitung jumlahnya, bahkan mungkin oleh mereka yang kini belum lahir ke dunia. Bukti akan hal ini bahwa manusia lebih banyak mengambil manfaat dari kitab-kitab para ulama pendahulu daripada dari pelajaran guru-guru mereka.

Oleh karena itu, hendaklah orang yang dikaruniai Alloh ilmu meluangkan waktunya dalam menulis karya yang bermanfaat, sebab tidak semua orang yang membuat karya berarti bermanfaat, karena tujuan tulisan bukan hanya sekedar mengumpulkan sana-sini, tetapi itu adalah anugerah yang Alloh berikan kepada hamba pilihan-Nya sehingga dia mengumpulkan masalah yang berserakan dan menjelaskan masalah yang masih rumit … inilah tulisan yang bermanfaat. Hendaknya menulis dilakukan di tengah-tengah umur, karena awal umur untuk menuntut ilmu dan akhir umur sudah mengalami keletihan.” (Shoidhul Khothir hal. 386)

Saudaraku,

Jangan pernah berhenti menulis, walaupun hanya satu baris sehari. Imam As-Syaukani pernah dinasehati oleh sejumlah ulama: “Jangan pernah berhenti menulis, walaupun hanya dua baris sehari.’ Aku pun mematuhinya, dan kini aku dapat memetik buahnya.” Maka mari kita biasakan diri kita untuk menulis setiap hari walaupun itu satu baris, tulislah tentang apapun yang terlintas dalam pikiranmu, baik itu tentang aktivitasmu sehari-hari, pengalaman unikmu, kisah perjalananmu di negeri orang, hikmah kehidupan yang engkau tangkap, bahkan hal-hal sederhana yang ada dalam kehidupanmu. Dan jangan pernah anggap remeh tulisanmu dan jangan pernah bosan untuk menulis. Ali bin Abi Thalib ra berkata,” Semua penulis itu akan mati. Hanya karyanya lah yang akan terus abadi. Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti”.

Maka saudaraku,

Mari kita niatkan setiap tulisan yang kita terbitkan, setiap catatan atas perenungan, hikmah, ilmu yang kita dapatkan , yang ingin kita sharing kepada orang lain, maka niatkanlah untuk dakwah dan Karena Allah.

Semoga setiap status, tulisan, perkataan kita yang tertulis maupun terucap selalu bermuatan dakwah, saling nasehat-menasehati dalam kebenaran, saling berwasiat untuk takwa, amar ma’ruf dan nahi mungkar.

Salam santun

Ahmad Khan

Batam, 18 Januari 2014