Tags

, , , , ,

Saudaraku,

Ada sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, tentang bagaimana kita harus selalu menyandarkan diri kita kepada Allah, memohon bantuan-Nya dan tidak mengandalkan diri kita walau hanya barang sesaat;

“Ya Allah, rahmat-Mu lah yang aku harapkan. Maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri, sekejap mata pun (tharfata ‘ain). Perbaikilah semua keadaanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau”. (HR. Abu Daud)

Cobalah perhatikan untaian doa  Rasululullah tersebut, bagaimana Rasulullah yang maksum, namun beliau tetap memohon kepada Allah dengan kesungguhan, agar Allah tidak membiarkannya sendirian menjalani hidup. Begitu kuat permintaan Rasulullah agar Allah tidak membiarkannya hanyut oleh keinginan nafsu, meski hanya sekejap mata. Ya, meski sekejap mata saudaraku!

Tentu bagi kita yang tak perlihara dari dosa ini, tentu lebih butuh lagi kebergantungan dengan Allah agar tidak membiarkan kita tergelincir dan terbawa arus dunia yang begitu kuat, keinginan nafsu yang menyesatkan. Kitalah yang seharusnya lebih menghiba dan harus senantiasa memohon kepada Allah agar benar-benar memelihara dan melindungi kita dari kesesatan yang membawa kesengsaraan.

Saudaraku,

Jangan pernah melepaskan ketergantungan kita kepada Allah.  Jangan pernah membiarkan diri kita mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam menjalani kehidupan ini, walau hanya sekejap matapun.

Penegasan kata ‘sekejap mata’ dalam untaian doa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, menanadakan bahwa hidup ini memang seharusnya tidak boleh sedikitpun tergelincir dalam kedurhakaan. Hidup ini, satu detikpun tidak boleh jatuh pada kemurkaan-Nya. Tidak boleh sejenakpun mengandalkan diri sendiri  dan melepas kebergantungan kepada Allah  sehingga membuat kita terbawa arus kemaksiatan.

Saudaraku,

Begitu panjang rentang waktu yang harus kita lewati dalam hidup ini. Melangkahkan kaki, satu langkah demi satu langkah. Menata dan menyusun amal-amal satu demi satu. Melihat kebelakang, berapa jauh jarak yang telah ditinggalkan. Lalu melihat ke depan, jarak yang tak bisa diterka seberapa jauh dan panjangnya. Sejauh dan sepanjang itulah kewaspadaan kita untuk terus melangkah dijalan ketaatan dan untuk tidak cenderung pada bisikan yang mengajak kepada kemaksiatan. Sejauh dan sepanjang itulah kita harus senantiasa menghiba dan memohon kepada Allah agar benar-benar memelihara dan melindungi kita dari kesesatan yang membawa kesengsaraan.

Berdoalah selalu saudaraku, agar Allah tak melepaskan kita tanpa perlindungan-Nya, meski hanya sekejap mata.

Salam Santun