Tags

, , , ,

Setiap orang punya rencana, agenda, tugas, kewajiban, amanah, target hidup dan cita-cita yang ingin diwujudkannya dalam hidup. Namun kadang rencana tinggal rencana dan dibiarkan begitu saja. Kita tidak pernah mau berusaha meluangkan dan mengalokasikan waktu untuk mewujudkannya. Sementara kita banyak mengeluh atas ketiadaan waktu untuk mewujudkan semuannya itu, mengeluh atas ketiadaan waktu untuk membaca dan menghafal Al-qur’an, menulis, mewujudkan cita-cita kita dan rencana-rencana kita.

Alasan utamanya adalah kita sibuk, sibuk urusan kantor, sekolah, kuliah, urusan anak-anak yang butuh perhatian ekstra, mengikuti kegiatan organisasi yang banyak menyita waktu kita. Dan kita menunggu-nungu dan memimpikan adanya satu waktu luang yang begitu banyak sehinga kita bisa melakukan apapun yang kita ingin lakukan. Sekali-sekali tidak. Itu hanya angan-angan kosong. Waktu itu tidak akan pernah datang kecuali kalau kita menciptakannya dan yakinlah waktu akan selalu ada bila kita mau meluangkan waktu untuk mewujudkannya.

Dari mana dapat waktu: mengumpulkan dan menciptakan serpihan-serpihan waktu yang biasa kita buang percuma dan sepele;

  • Mematikan TV, atau manfaatkan jeda iklan untuk membaca atau kalau perlu tidak menghidupkannya seharian, tonton tayangan-tanyang yang bermanfaat saja untuk keilmuan kita.Selebihnya jangan buang waktu kita untuk menonton acara-acara yang tidak berbobot, berbau maksiat, gossip murahan, dsb.
  • Memanfaatkan waktu yang biasanya terbuang dalam perjalanan diatas mobil, angkot, taksi, pesawat,dsb,untuk aktivitas-aktivitas bermanfaat seperti membaca dan menulis atau menghafal dan mendengarkan Al-Qur’an, mencatat ide-ide sederhana, dsb.
  • Mengurangi waktu berinternet dan interaksi dijejaring sosial yang sering-sering tanpa tujuan yang jelas.
  • Memanfaatkan masa menunggu dan antrian diruang tunggu seperti loket, ruang tunggu pesawat untuk hal-hal yang bermanfaat, baca buku, mengulangi hafalan, menulis ide tulisan, mendengarkan kajian islami, dan audio book,dsb.
  • Mengurangi jatah tidur dan bangun tengah malam, untuk melakukan, Shalat tahajud, menghafal Al-Qur’an, menelaah pelajaran yang akan dipelajari, menulis sesuatu, membaca, dsb.
  • Yang paling ekstrem adalah memanfaatkan waktu saat-saat dikamar mandi atau WC sekalipun untuk membaca buku, bulletin, koran, dll,(tapi jangan baca Al-Qur’an) atau mendengarkan ilmu melalui audio, radio, mp3, atau dibacakan oleh orang lain.( Hal ini banyak dicontohkan oleh generasi Shalafus Shaleh umat ini ).
  • Menghemat waktu makan, atau manfatkan waktu makan untuk mendengar informasi-informasi yang bermanfat bagi kita, mendengarkan Al-Qur’an, audio book, baca buku.
  • Melakukan dua aktivitas yang berbarengan yang keduanya tidak membutuhkan kosentrasi penuh. Tapi seandainya susah kita berkonsentrasi maka fokus saja satu kegiatan. Seperti, contoh-contoh yang telah disebutkan diatas, makan sambil baca buku, menyetir mobil sambil mendengarkan kaset-kaset murattal, olahraga ringan dan diiringi membaca zikir dalam hati, dsb.

 

Maka selalu luangkan waktu untuk aktivitas-aktvitas yang menyangkut akhirat kita, mendahulukan apa yang menjadi prioritas kita, mengalokasikan waktu untuk agenda-agenda yang ingin kita lakukan, cita-cita yang ingin kita wujudkan, dan jangan pernah mengeluh akan sedikitnya waktu, karena hakikatnya kewajiban itu memang lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia,mari kumpulkan serpihan-serpihan waktu yang kita buang dengan percuma, dan ciptakan waktuuntuk melakukan sesuatu yang penting dan bermanfaat untuk lakukan, baik untuk urusan akhirat maupun keduniaan kita.

 

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤