Berhenti Berkata Nanti

 

Saudaraku,
Berhatilah dengan kata “nanti”. Nanti akan saya lakukan, nanti akan saya hafal, nanti akan saya pelajari. Nanti dan nanti.
Berhentilah berkata “nanti”.Nanti kalau sudah punya modal baru menikah, nanti kalau ada waktu luang baru saya membacanya, nanti kalau banyak uang baru bersedekah.Hingga sampai kapan engkau terus menundanya?Dapatkah Engkau menjamin dirimu masih bernafas untuk 1 menit kedepan? Apakah Engkau Sang Pengendali Waktu? Bisakah engkau menahan matahari Agar tak bergerak barang sebentar?Terus, mengapa dirimu berani menunda dan berkata nanti?

Berehentilah untuk berkata nanti.Engkau telah mengelabui dirimu sendiri.Engkau telah tertipu oleh tipu daya setan.Ia yang membisikkan kepada mu, “tidurlah lagi, waktunya masih panjang”. Tunggulah sebentar, keadaan belum memungkinkan untuk melaksanakannya.

Usah membohongi diri lagi.Saat seorang bertanya kepadamu, “Tidakkah kamu menghafal Alqur’an?”Lalu kamu mengatakan, “Nanti, Insya Allah saya akan menghafalkannya?”Lalu berlalulah masa yang panjang. Seketika begitu ditanyakan lagi pertanyaan yang sama, “Sudahkah kamu menghafalkan Alqur’an?” Jawabannya tentulah belum jauh berubah. “Nanti, Insya Allah”.

Berhentilah menanam kata “nanti”. Barang siapa yang menanam kata ‘nanti’ maka akan tumbuhlah sebatang pohon ‘mudah-mudahan’ yang akan berbuah dengan nama ‘seandainya’ yang rasanya adalah ‘kegagalan dan penyesalan’.

Berhentilah berkata nanti. Karena nanti tiada akan pernah ditemui. Hanya ada hari ini.Esok belum tentu dijumpai.Sementara kemarin tak dapat dijemput lagi.

Ingatlah pesan baginda Nabi:
, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)
Sungguh indah pesan Ibnu Mubarak dalam kita Az-Zuhudnya, “Ketika sakaratul maut datang, kata-kata ‘nanti’ pasti akan membuat kalian menyesal.

So, Saudaraku,
Do it Now, Or Never!
Salam Santun
Abik
Batam ,14 Sepetember 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s