Tags

, ,

     “…agar engkau tidak berputus asa atas apa yang hilang darimu, dan tidak terlalu berbahagia dengan apa     yang datang kepadamu.”

   “ Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat

     Allah kecuali orang-orang kafir”

     “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan untuknya jalan keluar” (QS.Ath-Thalaq:2)

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”

Saudari/ra ku……..

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Setelah cucuran air mata akan terbit sebuah senyuman, dan setelah malam ada siang. Awan duka akan bercerai-berai, malam pekat menjadi terang, kemalangan akan selesai dan derita akan usai, dengan izin Allah.

Heri esok akan menghapus semua mimpi buruk, mengusir semua kesedihan, dan menggantinya dengan canda tawa.

Ketahuilah bahwa kehidupan hanya beberapa menit, bahkan hanya beberapa detik maka jangan habiskan ia hanya untuk menangisi sesuatu yang tidak membawa faedah bagimu.Semoga kesedihan yang engkau alami segera berlalu dan kebahagian segera menggantikan deritamu.

Disetiap tempat engkau menemukan kegelapan dalam hidupmu. Tidak ada langkah yang tepat kecuali engkau nyalakan pelita dalam dirimu.

Ketika seseorang menyakiti dan melemparimu maka jadilah engkau seperti pohon kurma. Ketika dilempar batu, maka ia membalasnya dengan buahnya yang manis.

Jangan putus asa. Mencoba itu memang lambat, dan akan ada penghalang yang menghadang cita-cita itu, maka jangan pernah kalah olehnya.

 Barangsiapa yang memberbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan kesenangan dari setiap kesedihan, dan jalan keluar dari setiap kegelisahan.

Jika engkau menyerahkan hidupmu kepada keputusasaan, maka engkau tidak akan tahu apa-apa dan tidak kan mendapat kebahagiaan.

 Peristiwa-peristiwa tak mengenakkan yang menimpamu, itulah yang akan mengajarkanmu bagaimana menikmati anugrah.

Jangan ceritakan beban hidupmu kecuali kepada orang-orang yang membantumu dengan pikiran dan ucapan demi sebuah kebahagiaan.

 Seorang ibu yang anaknya jatuh dari tempat yang tinggi, tak seharusnya menghabiskan waktu dengan menangis dan berteriak.Ia harus segera membalut lukanya.Begitu juga dengan setiap orang yang yang pernah dilukai dan dikecewakan,tak seharusnya waktunya dihabiskan untuk meratapi nasibnya.Hidup tak boleh berhenti, karena disebabkan kecewa dan putus asa.Segera bangkit dan cari obat penawar dari segala luka.

 Bagi orang-orang yang dikecewakan dan putus asa, ingatlah bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna,adalah salah jika anda beranggapan bahwa hidup ini harus memberi kebaikan kepadamu seratus persen.Ini hanya akan terjadi di surga nanti. Tidak semua yang anda inginkan dapat menjadi kenyataan. Anda tidak akan pernah menjumpai seorang Ayah, istri, kelurga,kawan, sahabat, teman-teman atau yang menjadi pasangan hidupmu kelak, pekerjaan,atau

organisasi yang padanya tidak terdapat sesuatu yang akan menyulitkan dan akan sempurna dalam pandangan anda.

Jika engkau menuntut segala sesuatu sesuai dengan keinginan dan seleramu, serta tidak menginginkan sesuatu kecuali yang engkau sukai, maka berhati-hatilah! Sebab dengan demikian engkau harus bersiap-siap untuk terjatuh ke dalam lembah kesedihan.Engkau akan merintih ketika kehilangan apa yang engkau impikan, bahkan bisa jadi engkau malah tidak memperoleh apa yang engkau impikan dan perlukan.

 Jangan memikirkan sesuatu yang tidak berharga dan membuatmu putus asa. Lupakanlah keberadaannya.Berkonsentrasilah untuk kesuksesan, sebab dengan begitu hatimu tidak akan berdebar-debar.Jika engkau kesulitan dalam pekerjaanmu, jangan putus asa, jangan ragu dan gelisah,percayalah jalan keluar akan segera datang.

Bersiaplah engkau menghadapi hal terburuk dalam hidupmu, maka engkau akan memperoleh perasaan baik sebagai hadiah.

 Saudara/ri ku

Putus asa biasanya disebabkan dua hal.  

Pertama, karena mengenang masa lalu. Dan kedua, karena memikirkan masa depan.  

Masa lalu sering membelenggu manusia. Pengalaman traumatis yang pernah dialami atau dilihat sering menjadikan orang bersedih hati memikirkannya kembali. Ada yang karena kehilangan atau ditinggal oleh orang yang dicintainya. Ada yang karena pengalaman dirinya sendiri sangat pahit. Ada juga yang masa lalunya dipenuhi dengan dosa-dosa yang telah tertumpuk sedemikian besarnya. Semua ini menjadikan orang bersedih, selalu diliputi perasaan berdosa, dan pada akhirnya trauma untuk melangkah. Maka mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila.Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, menghapuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

 Masa depan juga sering menjadikan orang ketakutan. Banyak orang yang dihantui oleh kekhawatiran menghadapi masa depan. Mereka melihat masa depan itu serba suram, gelap, dan menakutkan.

 Bagi orang yang tidak percaya pada Tuhan atau bagi mereka yang imannya masih kurang, bisa jadi mereka selalu dibelenggu oleh dua masa ini. Terhadap masa lalu mereka traumatik, sedangkan terhadap masa depan mereka selalu diliputi oleh perasaan takut. Sedih atas masa lalunya dan khawatir masa depannya.

 Adapun bagi orang-orang beriman, tak ada yang perlu ditakuti juga tak perlu sedih hati. Mereka yakin bahwa Allah Maha Kasih dan Sayang, dan rahmat-Nya meliputi segenap alam.  

Karena Allah sudah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS Fushshilat:30).

 Dalam kamus Islam tidak dijumpai kata putus asa. Kehilangan harapan ini merupakan penyakit yang tidak semestinya melanda seorang muslim, sebab dengan bekal iman tauhidnya tak mungkin seorang muslim berputus asa.

 Saudara/ri ku

Kita tak kuasa mengubah masa lalu dan melukis masa depan sesuai dengan keinginan kita.Lalu mengapa kita membunuh diri sendiri dengan bersedih dan putus asa atas sesuatu yang tidak mungkin kita ubah.

 Maka, Saudara/ri ku

Jauhilah putus asa, putus asa adalah hanya pantas bagi orang kafir, Sedangkan seorang mukmin tidak ada dalam kamus hidupnya putus asa.Obat bagi segala keputusasaan adalah kembali kepada Sang Khalik dan berpegang teguh kepada Agama-Nya. Serta bertakwa kepada-Nya karena barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan dijadikan jalan keluar dan solusi dari segala permasalahan yang kita hadapi.

 

 Ahmad Bin Ismail Khan

Padang,14 April 2011

Inspirasi by: -Latahzan and As’ad al-Mara’ah fi al-‘Alam by Dr. Aidh Al-Qarni