Tags

, ,

By: Ahmad Bin Ismail Khan

Tidaklah muncul karya-karya orang besar, melainkan di tengah-tengah kesulitan dan kerja keras” (Syaikh Muhammad Al Ghazali)

Saudaraku,
Terpuruk dan bangkit adalah warna yang melengkapi wajah kehidupan setiap kita. Terlepas sedalam atau sedangkal apa keterpurukan itu, setiap kita setidaknya pernah merasakan pahit, gagal atau terjengkang dari arena kompetisi hidup yang keras ini.
Keterpurukan bisa datang kapan saja, kepada siapa saja,terduga ataupun tak terduga, karena memang hidup ini bukan kita yang mengatur,tetapi Dzat Yang Maha Menggenggam; Dialah yang menata segalanya, sesuka-NYa.Kita ini hanya bisa merancang, tetapi Dia yang membuat keputusan.Kita berkeinginan tetapi Dia yang mewujudkan.Kita sebagai makhluk-Nya, hanya menjalani skenario yang Dia jalankan, dengan peuh ketaatan dan ketundukan.
Ada kalanya kita berada diatas, ada kalanya pula kita terlempar ke bawah.Tidak ada kemapanan yang permanen; terus-menerus berada di puncak.Hidup ini berada diantara dua keadaan itu.Terserah Sang Pemilik Kehidupan, dimana dan seperti apa kita akan ditempatkan hari ini atau hari esok.

Saudaraku,
Suatu saat kita mendapati diri kita terperangkap dan terperdaya oleh tipu muslihat Syaithan,kita jatuh dan terjerembab dilubang yang gelap, kaki kita tergelincir dijurang dosa dan kemaksiatan.Ada kehampaan dalam jiwa,merasakan kegelisahan, hati yang tidak tentram.
Terperangkap dan terperdaya dalam lembah kemaksiatan dan dosa adalah salah satu bentuk keterpurukan iman,saat iman berada dititik nol. Tabiat kebaikan kita berganti menjadi tabiat keburukan.Kebaikan- kebaikan yang selama ini kita tekuni tenggelam oleh kemaksiatan. perbuatan sia-sia, kemalasan dan hura-hura.
Mungkin kita tahu bahwa yang kita lakukakan adalah kesalahan dan dosa, namun jiwa ini lemah dan terpedaya, akhirnya kita teruruk kelembah dosa dan kesalahan, satu kesalahan diikuti oleh kesalahan yang lain, lama kelamaan jiwa ini menjadi lemah dan tidak ada tekad untuk bangkit….

Wahai saudaraku,,,,
Jangan berlama-lama dalam situasi ini.Segera temukan energi untuk bangkit,untuk menata kembali benang-benang hidup yang telah kusut, memperbaiki diri , memperbaharui dan membagun kembali hidup kita.Memang tidak mudah memperbaiki seuatu yang telah rusak, merekat kembali yang telah pecah,mengarahkan diri dari kelalain kepada jalan ketakwaan, dari kemalasan menjadi semangat. Semuanya itu butuh tekad yang sungguh-sungguh…….dan butuh kemaun dan kesabaran tingkat tinggi..

Ada banyak sumber pemantik energi untuk bangkit,penyesalan yang mendalam akan dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan adalah energi awal untuk bangkit,disinilah bermula timbul keinginan dan pendorong untuk kembali kejalan hidayah,tentunya tidak terlepas dari hidayah dari Allah sendiri.Temukan jalan untuk kembali kepada Allah,tak peduli seberapa jauh langkah tersesat,tak jadi masalah kelam telah meyelimuti, jika seorang ingin mencari jalan kembali, maka Allah akan memberikan petunjuk-Nya.Dia maha penerima taubat bagi setiap hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.Kemaafan-Nya tetap terbuka walau untuk manusia yang telah melampaui batas dalam maksiatnya sekalipun.

Temukan energi bangkit dari kisah-kisah orang yang mendapat hidayah,taubatnya orang-orang yang telah tersesat jauh, mereka telah kembali kepada fitrahnya yang suci,kembali kepada pangkuan Allah.Kisah hidup mereka adalah bisikan-bisikan kebenaran,mengandung tangis kejujuran yang bersumber dari lubuk jiwa dan relung hati yang paling dalam.Dengan perantaan kisah-kisah ini, kita dapat memetik hikmah,langkah kita diteguhkan,dan hati kita dikuatkan.

Saudaraku,
Setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.Saat kita mendapati diri kita dalam kekurangan,mungkin kekurangan dari segi finansial,kurang pintar,kurang cantik, cacat fisik, ataupun banyak lagi kekurangan-kekurangan fisik lainya.Kekurangan dan kelemahan ini mungkin membuat kita tidak percaya diri, hilang semangat dan gairah untuk hidup.Membuat kita jatuh dan terpuruk, sedih dan kecewa terhadap takdir.

Wahai saudaraku,
Jangan berlama-lama dalam keaadan seperti ini. Temukan energi untuk bangkit.Mari kita jadikan kelemahan kita sumber kekuatan bagi kita.Kekurangan dan ketidak sempurnaan bukan halangan untuk berprestasi.Jangan bersedih, hadapilah kenyataan.Mari bergerak dan menatap masa depan yang lebih cerah.Kemulian bukan dilihat dari segi kegagahan dan penampilan, bukan pula dari harta yang banyak. Tapi dilihat dari sisi ketakwaan dan prestasi- prestasi hidup.Allah tidak melihat penampilan seseorang,tapi Allah melihat hati seseorang.

Tidak ada alasan untuk untuk berhenti dan bercita-cita tinggi.Karena setiap orang berhak untuk berprestasi, berkarya dalam hidup.Betapa banyak kita lihat dan kita baca dari kisah-kisah, orang-orang yang terlahir dengan ketidak sempurnaan mata, tapi mampu menghafal al-Qur’an, mempu menghafal hadis, mampu berkreativitas dan menguasai komputer.Betapa banyak orang -orang yang terlahir dari keluarga yang miskin, namun hal ini tidak mengalanginya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, mampu bersaing dengan anak-anak orang kaya dalam mendapatkan pergurauan tinggi terbaik.Mungkin banyak lagi kekurangan dan keterbatasan lainya yang tidak bisa disebutkan semuanya disini, intinya jangan sampai kekurangan dan keterbatasan yang ada pada diri kita menghambat, mengalangi langkah kita dalam bercita-cita, berprestasi dan berkarya dalam hidup…

Saudaraku,
Dikala terpuruk, ketika ujian melanda, cobaan hidup yang semakin berat,kegagalan dalam hidup,kerugian dalam dunia bisnis,gagal dalam membina sebuah rumah tangga,gagal dalam mencapai sebuah prestasi, gagal dalam perkuliahan dan studi,dan banyak lagi bentuk kegagalan lainya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.Selayaknyalah bagi seorang muslim untuk segera bangkit dari segala keterpurukannya.Bangkit kembali menata ulang hidupnya.Memang setiap proses kebangkitan memerlukan energi dan daya tahan kita untuk melakukannya.Segera temukan energi untuk bangkit,energi itu bisa kita temukan melalui kisah-kisah orang yang pernah jatuh dan kembali bangkit.Bisa kita temukan dalam nasehat yang tulus dari saudara seiman,bisa kita temukan dengan membaca buku-buku tentang yang dapat membangkitkan motivasi kita…….

Saudaraku,

Kunci untuk melawan segala keterpurukan adalah kekuatan iman yang terjga dan optimisme hidup yang tinggi, jika ini telah ada dalam jiwa kita, maka seberat apapun cobaan yang melanda kita, akan membuat kia tetap kokoh dan tegar……..

*Bacaan Inspirasi:
– Tarbawi, edisi 190 tahun 10, 2008
– Don’t Be Sad, by Aidh Al Qarni.
– Change your life, Syaikh Muhammad Ghazali