Tags

, , ,

Hidup ini adalah perjalanan kenangan. Kenangan dari semua keadaan dan peristiwa yang kita lalui. Namun tidak sedikit diantara kita yang melupakan begitu saja kenangan. Padahal kenangan adalah rantai kehidupan yang bisa memberikan inspirasi, energi dan motivasi. Kadang stasiun kenangan juga sebagai sentra-sentra pewarisan kepada orang-orang yang kita cintai.

Stasiun kenangan kita perlukan sebagai tonggak-tonggak dan pilar-pilar kesejarahan yang kita ciptakan pada momen-momen besar. yang dengan itu kita mengeja secara mudah peran unggulan kita bahkan nama dan identitas pribadi kita.

Maka, kita hanya akan dikenang kalau mempunyai prestasi-prestasi unggulan pada episode-episode hidup kita. Bagi seorang pelajar misalnya, ia akan dikenang sebagai pelajar unggulan jika ia mampu menorehkan prestasi-prestasi hebat baik dari segi akademis maupun soft skillnya. Unggul karena ia mempunyai semangat menuntut ilmu yang lebih dari teman-temannya, unggul karena ia tidak memperoleh nilai-nilainya dengan kecurangan, unggul karena ia bisa berprestasi walaupun serba kekurangan.

(Gambar ilustrasi: sebuah kenangan indah saat masih di SD, ayo coba ingat-ingat kembali? masa-masa kita bercita-cita “aku akan menjadi….saat besar nanti.)

Bila seluruh hidup kita habis didunia akademis, menjadi mahasiswa, kita tidak punya definisi yang jelas sebagai mahasiswa model apa tanpa peran unggulan, pada momen-momen tertentu, yang kita sebut stasiun-stasiun kenangan. Maka seorang mahasiwa disebut mahasiswa teladan, karena ia  stasiun-stasiun kenangan prestasif. Meski mungkin tidak pada seluruh masa belajarnya.

(Gambar ilustrasi: Menjadi mahsiswa pun harus punya prestasi unggulan, nggak sekedar Ngampus! istilah dalam bahasa Minangnya, “Kuliah urang, kuliah lo awak!….padahal  ndak tau untuak aa guno kuliah….hehehe   ..Ada kerinduan dan banyak  kenangan manis waktu kuliah yang sulit untuk dilupakan.)


Begitupun dalam dunia kerja, interaksi dirumah tangga kita, menjalani komitmen suami-istri dan peran-peran lain yang kita pilih. Apapun posisi dan peran kita saat ini, selayaknyalah kita mempunyai peran-peran unggulan dan membuat prestasi yang bisa dibanggakan. Selain itu stasiun kenangan memberi kita pengertian bahwa tidak mungkin setiap waktu, setiap hari berada dalam puncak prestasi terbaik kita.ada saat-saat kita mencapai prestasi hebat, ada kalanya kita tidak mendapat spirit, atau adakalanya juga bahkan gairah untuk bersemangat pun gak ada. tetapi dikala kita memijakkan kaki dipuncak prestasi, disitulah kita seharusnya memancangkan stasiun kenangan, yang mungkin saja akan menjadi pelecut atas transaksi-transaksi pengharapan kita kemudian hari.

orang yang berharap kehidupannya lebih baik adalah orang yang menyimpan semangat untuk berbuat. termasuk kesadaran berbuat untuk merencanakan, dan merancang kenangan. yang berarti merancang kenangan adalah sebuah tindakan sadar kita yang bermula dari adanya semangat.

jika kita ingin kenangan manis di usia tua, kita tidak boleh lupa merancang dari sekarang, jika kita ingin kesempurnaah akhirat kita tidak boleh puas dengan keterbatasan dunia.

jika kita tidak mampu melahirkan semangat itu, maka sebenarnya kita tidak berhak menyesal jika suatu saat tidak ada kenangan yang dapat membahagiakan hidup kita.

Agar perjalanan hidup kita punya arti punya arti, minimal buat kita kenang sendiri, kita perlu merancang stasiun-stasiun kenangan disetiap episode hidup yang kita jalani, sejak saat ini. Berikut ini adalah sebagian kecil dari upaya kita merancang stasiun kenagan.

  • pertama, belajarlah bagaimana mendokumentasikan sebuah kenangan

Tidak ada salahnya jika setiap peristiwa, atau episode-episode terbaik dan terburuk dalam hidup kita tuangkan dalam sebuah diary kehidupan, sebuah blog/web,  catatan perjalanan hidup kita, atau mungkin pada sebuah album kenangan. Sebab siapa tahu ia akan menjelma menjadi sebuah ilmu, sebuah pengalaman yang berharga yang patut diambil hikmahnya, menjadi penyemangat kita, dan memberikan suntikan energi dikala kita lagi bersedih dan lemah.

  • Kedua, Belajarlah dari masa lalu orang lain

Banyak hal yang bisa kita ambil manfaat dengan banyak becermin pada orang lain. Banyak yang bisa kita pungut dari sisi-sisi perjalanan hidup orang lain seperti meneladani akhlak, sifat dan sikap mereka, semangat dan keberanian mereka dan segala hal yang mendatangkan nilai positif dalam diri kita.

  • Ketiga, sadari posisi diri kita dalam porsi apapun, dan bangun empati dan kepedulian dengan posisi kita saat ini.

Karena itu, sejak saat ini didalam diri kita timbul kesadaran bahwa setiap episode yang datang, hakekatnya adalah masa yang berharga. Bahwa setiap episode adalah stasiun membangun monumen kenangan. Bahwa setiap episode harus ada prasasti yang memberikan empati dan kepedulian kepada orang lain. Kita harus sadari sepenuhnya diposisi apapun kita saat sekarang ini, sesungguhnya kita berada di sebuah titik yang tepat untuk membangun stasiun kenangan.

  • Keempat, Waspada jika kita tidak sanggup merancang stasiun kenangan.

Diantara sekian tipikal manusia ada orang yang tidak mengerti keberadaannya di dunia serta tidak tahu harus berbuat apa setiap episode hidupnya. Maka waspadalah kalau diri kita menyerupai tipikal ini.

  • Kelima, lahirkan semangat. Karena dengan kenangan kita berharap kehidupan yang lebih baik

Stasiun kenangan dirancang untuk sebuah fungsi, agar kita punya pelecut, agar kita punya penyemangat untuk keseimbangan hidup. Sesungguhnya jika semangat seorang tinggi pasti ia akan memburu segala hal yang utama dan akan terus menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.

Mungkin sekarang kita  lagi membangun stasiun kenangan,mudah-mudahan stasiun ini tidak cuma jadi stasiun tua yang bakal ditinggalkan penumpang-penumpangnya dan lalu dilupakan.

Dan sebagai  penutup, Apapun posisi dan kondisi kita saat ini, harus kita tanamkan dalam diri kita bahwa kita harus memancangkan tonggak-tonggak prestasi, membangun stasiun kenangan dalam sejarah dan episode hidup kita. Seandainya seluruh manusia telah memborong prestasi-prestasi dalam hal keduniaan, seperti prestasi akademik dan pendidikan yang bagus, karier yang bagus, kekayaan yang melimpah dan lain sebagainya. Dan tidak ada kesempatan dan peluang bagimu memperoleh prestasi-prestasi tersebut, jangan bersedih saudaraku. Engkau harus bertekad dalam hati bahwa engkau akan mengalahkan mereka dengan prestasi dan keunggulan ukhrawi. Menyaingi mereka dengan kemulian akhlakmu, prestasi-prestasi ibadahmu. Dan semua itu hanya akan terwujud jika engkau bekerja keras, bertekad kuat, dan memiliki semangat yang menembus langit, dan tidak bisa dicapai dengan sikap santai dan berleha-leha.

Ahmad Bin Ismail Khan

Inspirated by: Tarbawi.