SEGERA TERANGI KEGELAPAN

Padang, 7:18 AM 11/12/2009

BY: Ahmad Bin Ismail Khan

Bila suatu saat diri kita mendapati cahaya iman mulai meredup, dan berangsur-angsur cahaya keimanan dalam hati kita mulai padam.Kita dapai diri ini berat dan malas melakukan kebaikan-kebaikan, tidak ada lagi semangat dan tekad yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan, kecewa dan putus asa, suka menunda-nunda,dan menganggap remeh suatu kebaikan.Perbuatan-perbuatan baik yang selama ini kita tekuni berangsur-angsur kita tinggalkan satu persatu.Berganti menjadi kemalasan,perbuatan sia-sia,dan bermaksiat kepada Allah SWT.Maka ini pertanda kabut kegelapan mulai menyelimuti hati kita.

Saudaraku,
Kebaikan itu diibaratkan sebagai pelita dan cahaya,sedangkan dosa dan keburukan itu diibaratkan sebagai kegelapan.
Iman dalam hati kita ibarat pelita.Bila cahayanya meredup berarti kita larut dalam gelap dan kehilangan petunjuk dalam menjalani kehidupan.Semakin cahanya menyala, berarti kita semakin bisa melihat segala sesuatu dihadapan kita dengan jelas.

Saudaraku,
Tetaplah berhimpun di sekitar cahaya.Jangan menjauh dari terpaan sinar cahaya Allah SWT agar kita tidak kehilangan arah dalam melangkah.Mari kita dekati sumber-sumber cahaya.Al-Qur’an dan Sunnah adalah cahaya, karena disana terhimpun petunjuk yang dapat menuntun kita kejalan keselamatan.Shalat tahajud dalam keheningan malam adalah cahaya, membuat wajah orang-orang yang membiasakannya berseri-seri di pagi hari.Shalat Shubuh dan Dhuha di pagi hari adalah sumber energi dan cahaya untuk memulai aktivitas pagi.Shaum sunnnah adalah cahaya yang membentengi pelakunya dari tarikan nafsu syahwat dan sumber ketegaran dikala yang lain jatuh berguguran.Menahan pandangan tehadap lawan jenis adalah cahaya bagi hati, menyejukkan bagi mata dan akan merasakan manisnya keimanan dalam hati.
Seorang ulama menuliskan pesan indah yang berbunyi ” Janganlah melangkah dijalan keputusasaan. Di alam ini terhampar berjuta harapan.Jangan pergi kearah kegelapan. Di alam ini terdapat banyak cahaya….”

Saudaraku,
Seorang mukmin adalah pemilik hati yang bersinar.Cahaya hatinya berasal dari cahaya Allah yang menerangi langit dan bumi. Itulah sebabnya hati seorang mukmin dikatan Ubay bin Ka’ab RA memiliki lima cahaya.Pertama, ucapannya adalah cahaya.Kedua, ilmunya cahaya.Ketiga, tempat masuknya cahaya.Keempat, tempat keluarnya adalah cahaya.Kelima,tempat kembalinya adalah cahaya dihari kiamat.Sementara orang kafir selalu berada dalam lima kegelapan.Pertama, ucapannya kegelapan.Kedua, amalnya kegelapan.Ketiga,tempat masuknya adalah kegelapan.Keempat,tempat keluarnya kegelapan.Kelima,tempat kembalinya kegalapan dihari kiamat.
Dan renungkanlah perkataan yang begitu dalam maknanya dari lisan Abu Bakar Ash Shiddiq RA.”Kegalapan itu ada lima,dan pelita dalam gelap itu juga ada lima.Cinta dunia itu adalah kegelapan,pelitanya adalah takwa.Dosa itu adalah kegelapan,pelitanya adalah taubat.Kubur itu adalah kegalapan, pelitanya adalah Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.Akhirat itu adalah kegalapan,pelitanya adalah amal shalih.Dan shirat ( jembatan) itu adalah kegelapan,pelitanya adalah iman.Itulah Peta kegalapan dan cahaya dalam hidup kita.

Maka saudaraku,
Segaralah terangi kegalapan yang terdapat dalam hidup kita dengan pelita iman.Jangan biarkan ia redup terus-menerus bahkan padam.Jauhilah kegalapan karena gelap itu mencekam dan menakutkan.

( Inspirated by:Tarbawi dengan pengubahan seperlunya)

Diselesaikan pada: 6:32 AM 11/13/2009

Advertisements

Kenali Diri

Saudaraku,
Gengam erat-erat tali keimanan kita.Kenalilah diri.Pahami kebiasaannya.Rasakan setiap getarannya.Lalu berrhati-hatilah dan kontrol kecendrungannya.Waspadailah kekurangannya.Berdoaalah pada Allah agar ia menyingkapkan ilmu ilmu-Nya tentang diri.Sebagaimana doa yang yang dialntunkan oleh Yususf bin Asbat:” Ya Allah kenalkan aku dengan diriku…Jiwa manusia banyak meyimpan rahasia.Misteri hati dan jiwa manusia sulit dikenali dengan baik kecuali dengan bantuan Allah swt kepada kita.
Kerena itu ulama yang terkenal yang ahli dalam masalah kejiwaan Sahal bin Abdullah mengatakan bahwa mengenali diri sendiri lebih sulit dan lebih halus dari pada mengenali musuh.Artinya, aib dan kekurangan yang terselubung dalam diri, sanagat sulit dideteksi,dan harus dibuka oleh Allah agar seseorang dapat membersihkan diri…