Messages Ramadhan #1: WHAT ARE YOUR PLANNING FOR THIS RAMADAAN?

I would like to share with you a simple sample plan which I have been following over the years so that you can use for that purpose:
This Ramadaan, I shall start with establishing a close relationship with the Qur’aan. I will gave the top priority to knowing and understanding the contents and message of the Qur’aan. I will recite and study the Qur’aan with translation and tafseer regularly and steadily throughout the month, inshaa’Allaahu, from a good, authentic translation and tafseer by a scholar such as Imam Maudoodi (The Meaning of the Qur’aan) or Syed Qutb (In the Shade of the Qur’aan). From the start and right to the end of Ramadaan, I will not sleep after Fajr, but instead study the Qur’aan until I am ready to go to school or work. Throughout the day, I will find time to revise and re-learn the Soorahs and Aayaat I already know. Once that is completed, I will learn at least one Aayah a day from a Soorah that I do not already know. Read more of this post

TUNAS TUNAS KEBAHAGIAAN #5 |-End

Tidak pernah ada kata ‘kebetulan’ dalam kamus Iman, setiap orang yang datang dikehidupanmu sudah dalam perencanaan Allah ta’ala – keseluruhan hidup ini adalah rangkaian peristiwa peristiwa yang saling berkaitan – tegaklah, tetaplah berdiri seperti pilar pilar yang tetap tegak meski istana harapan seperti runtuh, ingatlah bahwa Cinta dan Kebencian itu adalah tenaga spektakuler yang bisa kita arahkan… !!

Adikku, kebahagiaan memang hanya dapat kita temukan setelah kita tahu rasanya terjebak disebuah situasi yang oleh fikiran manusia didefinisikan sebagai kata ‘sulit’. Kita mengatakan sulit karena kita belum mengetahui rencana Allah untuk kita saat ini.

Jika kita meluangkan beberapa menit saja dalam bahagia kita untuk mengenang situasi sulit dulu, maka kita akan temukan bahwasannya keseluruhan hidup ini adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan..

Mungkin kesulitan itu adalah jembatan yang memang harus kita lewati

Tidak ada bahasa kebetulan, Adikku..

Kata ‘kebetulan’ tidak pernah ada dalam kamus Al Islam!

Setiap orang yang datang dikehidupanmu sudah dalam perencanaan Allah ta’ala. Jangan biarkan lintasan ‘buruk sangka’ hinggap dihatimu, dan menjalar meracuninya.

Teguhkanlah hatimu, dan tetap tabahlah.

Sepedih apapun ‘Dunia’ ini, tidak akan melebihi pedihnya azab Neraka,..

Jika pun keseluruhan Dunia ini adalah penderitaan, tetap Dunia akan berakhir adikku.

Sedangkan Neraka itu Abadi.

Adikku, jika gerimis khawatir mulai bertaburan menuruni senja dihatimu dan harapan itu seakan mulai membencimu maka perhatikanlah lagi bahwa semua ini bukanlah akhir dari Duniamu, jika dunia ini pun berakhir, maka kematianpun bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya.

Kita memang terlahir dari masa lalu..

Tapi kita tetap hidup dihari ini dan untuk besok, jangan masa lalu itu mengganggu dan menjerat langkah langkahmu. Lupakan hari yang udah terlewati, dan abaikan saja getaran yang masih tersimpan.

Dunia ini tidak akan selama yang kita bayangkan Adikku.

Jangan pernah menukar 1 jam kesenangan di Dunia dengan tangisan abadi di Neraka kelak,..

Hidup yang sebentar ini memang bukan untuk main main, dan kita harus segera Dewasa.

Adikku,

Kita semua berdiri di hari ini,

Sebuah ‘situasi’ yang dulu kita sebut masa depan..

Allah telah meletakan kedua mata kita di depan, agar kita melihat kedepan, karena melihat kedepan lebih penting dari pada melihat kebelakang.

Lukislah hari ini seindah mungkin,

Karena jejak kita hari ini akan menjadi masalalu yang nanti akan kita kenang. Ciptakan kenangan yang indah untuk masa depan kita kelak, di Akhirat.

Berfikirlah sebelum melangkah, karena jika kita pergi kesuatu tempat yg tidak kita ketahui, kita akan berhenti ‘disuatu tempat’ yang tidak kita ketahui juga. . lebih baik berfikir dua, tiga kali sebelum melangkah daripada dua, tiga kali menempuh jarak yg sama..

Jalanan ini Indah adikku..

Hidup ini sulit dan Islam telah memudahkan dengan kesempurnaannya, temukan kebahagiaan didalam Islam-mu, temukan kebahagiaan dalam Dirimu. karena jika kamu mencari kebahagiaan diluar dirimu, maka kamu akan menemukan kebahagiaan itu selalu milik orang lain..

Jangan lelah, jangan patah..

Lihatlah air yang tak pernah berkata lelah menelusuri lembah dan bebatuan, diam selamanya diam, tetap diam meski panas dan mendidih hingga dingin dan membeku..

Lihatlah air yang tak pernah membantah saat diperintah.

Meski dicaci, meski dibenci..meski kotor, dirawa atau dikota..

Tetap sejuk dan berusaha menjadi bening, menetapi fitrahnya mengalir merendah meski tersiksa dibebatuan atau dihempas hempas menjadi badai. tetap semangat menuju pantai, tetap sabar.. meski pantai kadang diam dan mengusirnya kelautan.

Tetaplah lembut seperti air yang tak sesiapapun bisa meniru warnanya, yang tetap berjalan bersamaan diseluruh waktu. beriak riak melukis symphony…

Tersenyumlah, jangan dulu patah..

Ketika tunas dedaunan tumbuh, akarpun diam diam tumbuh dibawah tanah,.

Begitupun tunas tunas kebahagiaan yang akan selalu tumbuh bersama akar akar masalah yang menyertainya sebagai sebuah sequence yang harus kita hadapi.

Hadapilah.. Jangan patah!

Hidup ini tidak mudah, tapi jangan mempersulitnya dengan mengatakan Hari ini sulit.

Hadapilah, inilah Hidup.

Jangan mengatakan Ikhlas itu sulit.

Karena Kata itulah yang akan menyulitkan hatimu, menyulitkan fikiranmu dan membuat hidupmu benar benar sulit. Ikhlas harus terus dilatih dan disirami karena dia adalah buahnya Iman. Pohon iman tidak akan pernah tumbuh jika kita selalu lupa menyiraminya di pagi dan sore kita..

Setiap Ujian itu sulit,

Dan bukan ujian namanya jika kita sudah tahu cara penyelesaiannya.

Adikku, Senantiasa ingat bahwa Allah akan melihat proses dalam usaha yang kita pilih untuk menyelesaikannya, bukan hasil atau sebuah kata lulus tidaknya.. karena sangat mudah bagi Allah untuk memberi sebuah ‘hasil tersebut’ tanpa usaha tangan manusia sekalipun.

Berbaik sangka itu baik untuk hatimu,

Baik untuk fikiranmu, baik untuk hidupmu dan baik untuk masadepan akhiratmu.

Manjakan hatimu dengan baik sangka, karena itu lebih baik dan dianjurkan syariat ^_^

Iri akan membuatmu tidak menghargai kelebihanmu.

Iri ini adalah salah satu penyakit natural dihati manusia.

Dan Allah telah melarangnya karena kebahagiaan manusia itu tidak akan pernah tertukar, intensitasnya akan sesuai dengan porsi usahanya.

Jangan mengantar rasa khawatirmu.

Kekhawatiran merupakan cerminan bahwa stabilitas Iman manusia sedang tidak stabil.

Saat stabilitas Iman sedang prima, maka tidak akan ada bentuk bentuk kekhawatiran untuk apapun di tanah persinggahan yang akan kita tinggalkan ini..

Perpisahan, pertemuan, cinta luka dan apapun itu akan menjadi hal yang manis jika dirimu menyadari bahwa itu adalah rencana dari Allah sebagai salah satu hadiah dari bagian skenario Nya, untuk keindahan masa depanmu di akhirat. Jika Dunia ini tidak cukup untuk menerjemahkannya, segera rubahlah fokus fikiranmu kepada Akhirat sebelum penglihatanmu benar benar buta terhadap Dunia.

Adikku, ingatlah lagi.

Jika kita tdak tahu jalan, kemungkinan besar kita akan tersesat.

Jika kita tersesat di kota dunia ini, kita akan temui banyak pilihan. Tapi tersesat diakhirat tidak ada pilihan selain Neraka yang kekal.

“Tidak usah bertanya kepada siapapun, jika kamu ingin melihat pribadimu yang sebenarnya. Lihatlah dirimu ketika terjebak dalam ruang gelap dan tak ada cahaya sedikitpun. Itulah dirimu. Kamu yang membutuhkan orang lain untuk membawakanmu lilin dan menyalakannya lalu duduk disampingmu, meraihmu dan membisikan harapan”

Kenapa Tuhanmu tidak memenuhi semua keinginan di dadamu?

Sederhana saja; karena Dunia ini terlalu sempit dan sebentar, hingga tidak cukup untuk memenuhi keserakahan manusia. Hingga sebagian do’a mu dikabulkan disyurga-Nya yang luas dan Abadi .

Adikku, Tidak usah sibuk mempercantik wajah mu.

Percantiklah hatimu agar tetap indah sesuai fitrahnya, hingga pancarannya akan mempercantik aura wajahmu. Tak usah gelisah, karena kebahagiaan itu tak akan pernah tertukar.

Percayalah Adikku.

Beban yang menindihmu tidak akan membuatmu mati lebih cepat karena kematian telah ditentukan..

Dan Islam ini adalah sebuah seni yang membimbingmu, ‘bagimana’ untuk berbahagia diantara debar debar ujian yang senantiasa menemuimu itu hingga kamu bertemu dengan ‘jembatan kematian’ yang akan menghubungkanmu ke Kehidupan yang Sesungguhnya.

Adikku, Berbahagialah selama kamu masih Hidup.

Jangan menukar kebahagiaan yang seharusnya menjadi milikmu hari ini dengan kekhawatiran yang kamu fikirkan untuk apa yang akan terjadi besok. Apalagi menyesali hal hal yang telah terjadi kemarin, padahal kamu hidup di hari ini.

Arahkan setiap sepi dalam sendirimu, untuk mendekatkan hatimu kepada Allah.

Karena diri ini, jiwa ini, hati ini, cinta ini dan segala warna rasa didalamnya adalah milik Allah.

Kita tidak memiliki.

Jika kekasihmu tidak dihatimu lagi,

Perhatikanlah mungkin ada sahabatmu yang sedang tersenyum dari kejauhan.

Jika itupun tak ada. Yakinkan senyum ibu yang meraihmu atau ayah yg biasa menepuk bahumu dan menguatkanmu. Jika merekapun tiada, maka Allah ada dimanapun kakimu berpijak.

Kita akan segera kembali, peluru kematian sedang menuju kita. Bersegeralah menata hati, jangan luangkan waktu untuk menyesal. Karena jiwa ini akan mati dan itu sangat pasti.

Renungkanlah, ujian memang untuk orang Beriman… 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan orang mukmin itu seperti tanaman yang selalu digoyangkan oleh hembusan angin karena orang mukmin senantiasa ditimpa berbagai cobaan. Sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon cemara yang tidak goyang dihembus angin kecuali setelah ditebang. (Shahih Muslim No.5024)

Perhatikanlah Air yang senang mengalir ke lembah yang rendah.

Ilmu dan Kebenaranpun demikian; Ia akan mengalir kelembah Hatimu yang rendah.

Rendahkanlah Hatimu, dan Lembutkanlah. Karena Airpun tidak akan Meresap kedalam batu yang keras, tapi Tanah yang Lembut. ^_^

Hati yang lembut akan menerima kebenaran dengan mudah, dari siapapun datangnya.

Berbahagialah kepada hati hati yang sedang lembut, karena itu adalah salah satu Anugerah dan nikmat dari Allah..

Mudah mudahan bisa diambil sisi baiknya, dari pemikiran dan gagasan yang tentunya tidak luput dari khilaf. Hanya berbagi inspirasi, semoga Allah memaafkan segala khilaf dan keterbatasan pemahaman penulis. 

Summarize from Nuruddin Al Indunissy Facebook Status during 11 February – 18 April 2011.

Created on Wednesday April 18, 2011 at 2:15am, Revised at July 04, 2011 at 7:37am

Ditulis dari renungan renungan fajar Langit Riyadh.

Nuruddin Al-Indunissy

RIYADH 2011

Menjadi Apapun Dirimu

Menjadi karanglah, meski tidak mudah. Sebab ia akan menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia akan kukuh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia akan melawan badai yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan. Sebab ia akan menahan hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya. Sebab ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus. Sebab ia akan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.

Menjadi pohonlah yang tinggi menjulang, meski itu tidak mudah. Sebab ia akan tatap tegar bara mentari yang terus menyala setiap siangnya. Sebab ia akan meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab ia akan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab ia akan hujamkan akar yang kuat untuk menopang. Sebab ia akan menahan gempita hujan yang coba merubuhkan. Sebab ia akan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengenyangkan. Sebab ia akan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya. Sebab ia akan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.

Menjadi elanglah dengan segala kejantanannya, meski itu juga tidak mudah. Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglang buana untuk mengenal medannya. Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa. Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.

Menjadi ikan pauslah, meski itu tak mudah. Sebab dengan sedikit kecipaknya, ia akan menggetarkan ujung samudera. Sebab besar tubuhnya akan menakutkan musuh yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.

 

Menjadi melatilah, meski tampak tak bermakna. Sebab ia akan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan. Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya. Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar. Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.

Menjadi mutiaralah, meski itu tak mudah. Sebab ia berada di dasar samudera yang dalam. Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia. Sebab ia begitu berharga. Sebab ia begitu indah dipandang mata. Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam.

Menjadi kupu-kupulah, meski itu tak mudah pula. Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini. Sebab ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan. Sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat untuk keluar.

Karang akan hadapi hujan, terik sinar mentari, badai, juga gelombang. Elang akan menembus lapis langit, mengangkasa jauh, melayang tinggi dan tak pernah lelah untuk terus mengembara dengan bentangan sayapnya. Ikan Paus akan menggetarkan samudera hanya dengan sedikit gerakan. Pohon akan hadapi petir, deras hujan, silau matahari, namun selalu berusaha menaungi. Melati ikhlas untuk selalu menerima keadaannya, meski tak terhitung pula bunga-bunga lain dengan segala kecantikannya. Kupu-kupu berusaha bertahan, meski saat-saat diam adalah kejenuhan. Mutiara tak memudar kelam, meski pekat lingkungan mengepungnya di kiri-kanan, depan dan belakang.

Tapi karang menjadi kokoh dengan segala ujian. Elang menjadi tangguh, tak hiraukan lelah tatkala terbang melintasi bermilyar kilo bentang cakrawala. Paus menjadi kuat dengan besar tubuhnya dalam luas samudera. Pohon tetap menjadi naungan meski ia hadapi beribu gangguan. Melati menjadi bijak dengan dada yang lapang, dan justru terlihat indah dengan segala kesederhanaan. Mutiara tetap bersinar dimana pun ia terletak, dimana pun ia berada. Kupu-kupu hadapi cerah dunia meskipun lalui perjuangan panjang dalam kesendirian.

Menjadi apapun dirimu…, bersyukurlah selalu. Sebab kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu. Jadilah karang yang kokoh, elang yang perkasa, paus yang besar, pohon yang menjulang dengan akar menghujam, melati yang senantiasa mewangi, mutiara yang indah, kupu-kupu, atau apapun yang kau mau. Tapi, tetaplah sadari bahwa kamu adalah seorang hamba, seorang yang lemah dihadapanNYA! Itulah dirimu.

Ahmad Bin Ismail Khan

 

Tunas Tunas Kebahagiaan |part 4| Nasihat Untuk Adikku

Adikku, cerita cinta sederhana yang menyentuhmu mampu menerbangkanmu, menaungi dan menerangimu hingga keseluruhan langit kehidupan, sesaat seperti indah…

Memang aneh- Kadang satu nama yang sering menghiasi fikiran kita begitu mudah memalingkan hampir keseluruhan hidup ini. Hingga saatnya tiba, kenyataan mematahkan harapan, merasa gagal dan tak berguna,..sadarilah, menunduklah.. renungkanlah sekali lagi, apa sebenarnya tujuan kita dibangunkan tadi pagi dan ribuan pagi sebelumnya?

Sesungguhnya, cahaya yang kita butuhkan itu sedikit, porsi cinta yang terlalu banyak akan membakar dan membutakanmu.

Jika kamu tidak bisa melupakan orang yang kamu cintai, itu wajar karena kamu terlalu sering melihat kebelakang, coba lihat kedepan; lihat 40 tahun kedepan, dia pasti akan jadi nenek nenek atau kakek kakek atau mungkin udah dikubur, mungkin juga kamu yang dikubur duluan ^_^

Adikku, jangan memendam Kekecewaan.

Cairkan dengan maaf dan Arahkan.. Renungkanlah gas yang Bergejolak dalam sebuah tabung Elpiji. Hanya orang yang cerdas yang bisa mengalirkannya menjadi manfaat manfaat tapi juga sangat berbahaya bila terus dipendam hingga meledak. Seperti itulah kekecewaan, kita pun bisa mengalirkan kekecewaan mendalam kedalam karya karya berkualitas.. Read more of this post

Tunas Tunas Kebahagiaan |part3| Nasihat Untuk Adikku

Adikku, melalui goresan pena sederhana ini Izinkan kaka menerjemahkan dan menanamkan keindahan Al Islam ini disuasana wajah wajah pagi hati kalian yang masih segar sebelum badai kehidupan mengguncangmu, dan membawamu menjauh dari indahnya nur Illahi.

Adikku yang indah, Islam ini bukan hanya sekedar Bahasa Halal Haram atau Syurga dan Neraka, Islam adalah jalanan indah, Islam ini seni dalam memahami keindahan arsitektur Allah Aza Wajala yang terlukis merdu dalam lukisan dunia. Keindahannya adalah hanya cerminan setitik keindahan dari Syurga, dan kesulitannya adalah cerminan dari pedihnya Azab Neraka yang digoreskan melalui bencana bencana. Read more of this post

HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”( Al-‘Asr:1-3)

Setiap potongan waktu adalah momentum.Setiap penggal masa adalah kesempatan. Semacam pelontar yang bisa melemparkan diri kita ke puncak sukses, atau sebaliknya menjungkalkan kita ke jurang kegagalan.

Ada berjuta momentum dari sekian banyak momentum yang ada, tidak saja sekedar saat perayaan, seperti ulang tahun misalnya, atau saat datang hari raya, pergantian tahun, atau saat kita lulus kuliah, saat kita melalui pernikahan.Namun masih banyak momentum yang ada, ketimbang sekedar saat-saat datangnya musim perayaan seperti itu. Read more of this post

Teruntuk Saudariku…. Wanita muslimah!! (Sebuah Renungan Nasehat, Agar Engkau Menjadi Wanita Tercantik)

Saudariku….

Kepada calon- calon bidadari penghuni syurga, 

Wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam, 

Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….

Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan………….yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur….

***********

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59). Read more of this post

Teruntuk Mereka Yang Putus Asa

     “…agar engkau tidak berputus asa atas apa yang hilang darimu, dan tidak terlalu berbahagia dengan apa     yang datang kepadamu.”

   “ Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat

     Allah kecuali orang-orang kafir”

     “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan untuknya jalan keluar” (QS.Ath-Thalaq:2)

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”

Saudari/ra ku……..

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Setelah cucuran air mata akan terbit sebuah senyuman, dan setelah malam ada siang. Awan duka akan bercerai-berai, malam pekat menjadi terang, kemalangan akan selesai dan derita akan usai, dengan izin Allah. Read more of this post

Tunas Tunas Kebahagiaan |part2| Nasihat Untuk Adikku

Adekku, menangis tidak menandakan kamu lemah, sejak kamu lahir dulu, menangis itu adalah tanda bahwa kamu hidup, paham kan? Jadi jika kamu pagi ini merasa nyerah dan sedih, berbahagialah, setidaknya itu tandanya bahwa saat ini ade masih hidup ;)

Cepetan senyum…

Jangan nagis, jelekk! jangan memulai hari ini dengan Pesimis. dengarkan nasihat nasihat kaka lagi..

Adekku,

Tau kan bakteri bisa menggandakan dirinya hingga 60 juta dalam 4 jam.

Bayangkan 60 juta bakteri itu dalam 4 jam kemudian? Terus siapa coba yg memberikan Nyawa atas bakteri2 itu? yg memelihara hidup dan menentukan kematiannya secara sistematis?

Perhatikan juga se’ekor cicak yg bertubuh gemuk dan sehat, lalu amati apakah dia punya sayap? sedangkan makanan beliau beliau ini adalah nyamuk? Nyamuk yg punya sayap dan terbang?

Allah lah Tuhan yang telah memberi makan mereka, kita dan seluruh mahluk bumi ini.

Allah lah yang menyeru kepada awan untuk segera meneteskan titik titik hujan kepada bumi yg kehausan

Allah lah yang membangunkan Jiwa jiwa putus asa, Allah lah yang membuka kembali Hati Hati yang terkunci dengan Sejuk Hidayahnya Read more of this post

Tunas Tunas Kebahagiaan |part1| Nasihat Untuk Adikku

Adikku,

 Saat logika tidak lagi bisa menerima, tetap yakinlah akan sayap sayap pertolongan Allah segera menundukan jahatnya prasangka, meneduhkan resah, membuka tabir tabir; jangan risau atas tunas tunas masalah yang semerbak tak kunjung henti diantara indahnya cinta dan kehidupan ini…

Adikku berhentilah menduga duga..

Saat logika tidak lagi bisa menerima, redam kegelisahannya dengan shalat. temui rabb’mu disana, dan katakanlah; ungkapkanlah, curahkanlah titik titik di sudut matamu, lalu bangkit dan keluarlah, perhatikan kembali pagi yg terseyum kepadamu, lalu tersenyumlah, perlihatkanlah seakan semua baik baik saja. dan baca nasihat kaka semuanya…

Jangan biarkan dirimu terhanyut, karena diantara keindahan sungai alam menciptakan air terjun yang akan melemparkanmu kebebatuan, atau air akan terus menghayutkanmu, mengantarmu kepada lautan yang tidak kamu kenali.

Jangan Meluangkan waktumu untuk Cemburu. Kita tidak memiliki tubuh ini, Kita juga tidak memiliki mereka yang mencintai tubuh ini. Raga ini milik Allah, jiwa ini kepunyaan Allah, hati ini ciptaan Allah, merekapun milik Allah. Bahkan, Cinta itu juga milik Allah. Segera redakanlah gemuruh itu, palingkanlah hatimu dari Cemburu yang menipu..

Jika cinta tak bersambut, KEMBALIKANLAH kepada Dzat yg menciptakan dan menebarkan cinta cinta di bumi ini. Murnikan kembali. karena disanalah CINTAMU tidak akan pernah disia siakan! tidak akan pernah. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.